Jual Kamboja Kering Dan Basah

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website

Populasi Ubur-Ubur Akan Merajalela di Bumi?

Dalam beberapa tahun terakhir, dalam sejumlah publikasi jurnal ilmiah, santer dibicarakan bahwa populasi ubur-ubur telah melejit. Hewan ini akan segera mendominasi lautan di Bumi dalam beberapa dekade ke depan.

Perilaku manusia terhadap lautan, termasuk penangkapan ikan yang berlebihan dan menyebabkan pemanasan global disebut-sebut telah menjadi pemicu dari masalah yang semakin mengancam tersebut.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut, Robert H Condon dan 16 peneliti lain dari Dauphin Island Sea Lab, Alabama, Amerika Serikat, teori yang menyatakan bahwa ubur-ubur akan segera menginvasi seluruh lautan Bumi kurang memiliki bukti-bukti yang kuat.

“Persepsi bahwa populasi ubur-ubur meledak merupakan akibat semakin banyaknya perhatian yang diberikan terhadap penelitian terkait ubur-ubur,” kata Condon,

Selain itu, Condon melanjutkan, kurangnya pengetahuan yang baik terhadap bagaimana perilaku ubur-ubur di masa lalu menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Temuan ini sendiri sudah dipublikasikan oleh Condon dan rekan-rekannya dalam jurnal BioScience.

Dari fosil-fosil dan bukti-bukti dokumenter yang tersedia, diketahui bahwa ledakan populasi ubur-ubur secara spektakuler merupakan hal yang normal dalam sejarah alami spesies tersebut.

“Ledakan populasi ini ada kaitannya dengan siklus perubahan iklim alami Bumi,” kata Condon. “Sayangnya, ledakan populasi ubur-ubur di laut kurang banyak mendapatkan perhatian di dekade-dekade dan abad-abad lalu,” ucapnya.

Meski begitu, Condon dan rekan-rekannya menyebutkan bahwa perubahan dalam jumlah populasi ubur-ubur dan organisme laut yang serupa tetap menghadirkan konsekuensi yang penting bagi ekologi kelautan di sekitarnya. Tren ini juga bisa terpengaruh oleh aktivitas manusia.

“Untuk itu, kami akan membuat database yang komprehensif untuk dapat mengetahui lebih lanjut terkait tren pertumbuhan makhluk ini serta dikaitkan dengan aktivitas manusia,” ucap Condon. “Yang pasti, kesan bahwa ubur-ubur akan terus mendominasi lautan dalam beberapa dekade ke depan merupakan kesimpulan yang salah,” ucapnya.

Cek Online Tagihan Listrik